ASUHAN KEFARMASIAN ( PHARMACEUTICAL CARE )
APOTEKER/FARMASIS adalah pilihan yang logis. Farmasis secara umum memiliki pengetahuan empirik yang cukup untuk mengemban tugas tersebut. Farmasis didik dalam perguruan tinggi farmasi selama kurang lebih 6 tahun, memiliki ilmu pengetahuan kimia medisinal, farmasetikal, patologi dan farmakologi klinik. Ditambah lagi, sebagian besar tempat praktek farmasi adalah dalam komunitas ( baik di Apotek maupun Rumah sakit. Namun kebanyakan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki farmasis tersebut adalah UNDER-UTILISED (tidak dipergunakan secara optimal). Oleh karena itu profesi farmasis harus segera melakukan REORIENTASI terhadap pelayanan profesionalnya kepada masyarakat menjadi Pharmaceutical Care ( ASUHAN KEFARMASIAN ). Dimana dalam mempraktekan Asuhan Kefarmasian, profesi Farmasis harus segera harus secara LANGSUNG BERINTERAKSI dengan PASIEN.
APOTEK KONVENSIONAL | PHARMACEUTICAL CARE |
| Bisnis produk | Bisnis pelayanan jasa |
| Bertujuan membawa produk ke pasien | Bertujuan membawa farmasis ke pasien |
| Manajemen produk | Manajemen pasien |
| Menyediakan pelayanan yang | Menyediakan produk yang mendukung pelayanan |
| Keputusan berfokus pada aspek bisnis ekonomi | Keputusan berfokus pada aspek pasien |
| Indikator sukses : jumlah pasien | Indikator sukses : outcome pasien |
| Ruang diatur untuk memajang dan menjual produk | Ruang diatur untuk memenuhi kebutuhan pasien |
| Dokumentasi yang disimpan berkaitan dengan produk dan untuk memenuhi persyaratan legal | Dokumentasi mendukung patient care |
| Pasien akan datang lagi karena stock obat habis | Pasien akan kembali karena kebutuhan dan kondisi pasien |
| Nilai bisnis ditentukan secara pasif oleh pertambahan resep | Nilai bisnis ditentukan secara aktif oleh rekrutmen pasien |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar